Kamis, 31 Maret 2011

Belajar Dari Air Dalam Kehidupan Kita Sebagai Manusia

Tanpa air dunia akan kering kerontang, tak ada kehidupan, yang ada adalah kesunyian yang mencekam. Berdasar dari artikel yang pernah saya baca manusia normal bisa bertahan hidup tanpa makanan hingga 7 hari, tetapi tanpa air paling lama hanya 3 hari. 

Para pecinta alam sedang melakukan arung jeram di Sungai Serayu
Alloh SWT. menurunkan rizkinya kepada setiap mahluk hidup melalui hujan yang turun dari langit. Air tersebut menembus dan merembes ke dalam tanah untuk kemudian menjadi mata air, mata air menjadi sungai, sungai di bendung jadilah sebuah dam. Sebagian lagi ada yang turun langsung ke dam alam atau ke lautan. Sumber-sumber air inilah yang diolah oleh manusia untuk keperluan hidup sehari-hari manusia. Sebagian lagi dugunakan untuk mengaliri irigasi pengairan sawah, kolam ikan dan lain-lain.Selain manusia air juga dibutuhkan oleh seluruh mahluk hidup yang ada di muka bumi ini. Sehingga dunia ini semakin lengkap dan semarak dengan kehadiran mereka. Pemanfaatn air oleh mahluk hidup tersebut menghasilkan air buangan yang ditampung di sungai dan akhirnya ke laut, air laut mengalami evaporasi berkumpul menjadi awan dan siap menurunkan hujan kembali. Begitulah siklus air di muka bumi ini yang terus berulang.

Pemandangan sungai Serayu, Banjarnegara
Air mengajarkan kepada kita untuk lebih banyak diam tetapi terus bekerja, terus mengalir dan terus bertambah banyak. Demikianpun kita sebagai manusia mestinya kita juga lebih banyak bekerja dan lebih memberikan maanfaat bagi mahluk Alloh SWT yang lain. Air juga mengajarkan kepada kita untuk bisa menyesuaikan dengan segala kondisi yang ada. Saya jadi teringat dengan anak saya yang masih kecil ketika bertanya tentang PR dari sekolahnya yaitu kalau air masuk ke dalam botol, begaimana bentuk air, jawabannya adalah ya... jadi botol, kalau masuk ke bejana ya.. jadi bejana.. begitupun kalau masuk ke tempat yang lain. Bagaiamana kalau air didinginkan hingga suhu dibawah 0, ya... membeku jadi es.. tapi apakah air berubah zat.. tidak.. air adalah air, yang akan tetap kembali seperti semula ketika kondisinya dikembalikan seperti semula. Hal ini mengajarkan kepada kita manusia bahwa kita harus bijaksana menghadapi hidup ini, tahu situasi, bisa menyesuaikan diri dimana kita berada, bukan berarti kita berubah, tetapi tetap dengan prinsip dan jati diri kita seperti yang dicontohkan oleh air.

Air juga merupakan bahan pelarut terbaik dan universal. Dengan tingkat keasaman PH = 0 maka air bisa melarutkan hampir semua bahan kimia sehingga menjadi mudah digunakan. Gula, sirup, susu dan lain-lain dilarutkan dengan air sehingga menjadi mudah dan enak kita minum. Air melarutkan sabun cuci sehingga bisa membersihkan baju atau lantai yang kotor. Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa kita bisa menjadi pelarut dalam kekerasan hidup. Seseorang anak yang keras kepala dan bandel dengan tenang kita ajak bicara sehingga menjadi lebih baik. 

Jangan main-main dengan kekuatan air. Air yang terkumpul dalam jumlah banyak selain dapat berguna secara positif tetapi juga dapat berakibat fatal apabila salah dalam mensikapinya. Air yang terkumpul dengan kekuatan arusnya bisa menggerakan kincir dan memutar turbin sehingga didapat listrik dengan daya ratusan mega watt. Sekarang sedang dilakukan penelitian tentang bagaimana memanfaatkan tenaga ombak di lautan yang sangat dahsyat sehingga didapat tenaga listrik yang ramah lingkungan.

Perairan Batam by Arian Sukma
Selain hal positif air juga akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat ketika manusia salah dalam melakukan pengelolaannya. Air bisa berbentuk air bah yang siap menyapu segala bentuk peradaban manusia yang berada didepannya. Banjir bandang muncul karena manusia tidak arif dalam mengelola hutan dan tata lingkungan perkotaan yang baik seperti daerah resapan yang hilang atau selokan yang mampat akibat banyaknya sampah yang dibuang sembaranga, atau bisa berbentuk tsunami seperti yang terjadi di Jepang atau di Aceh beberapa waktu yang lalu. Limbah manusia atau industri yang tidak dikelola dengan baik juga akan menjadikan pencemaran dan bencana lingkungan yang mengancam kehidupan manusia. 

Kita sebagai manusia bisa belajar dari sifat air tersebut, bahwa kalau sebagai manusia bisa bersatu dan melakukan hal-hal positif maka kita bisa melakukan apapun juga, menaklukan kekuatan jahat seberapa besarpun pasti bisa. Membongkar gunung dan menguras lautanpun pasti bisa. Sebaliknya kalau kita bersatu untuk hal-hal yang tidak baik akan bisa juga tetapi akibatnya akan menghancurkan tata kehidupan yang sudah baik dan merugikan diri kita sendiri.

Image intensity of tsunami in Japan (www.exploredia.com)
Terlalu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sifat-sifat air dan tidak mungkin terungkap semua Bagaimanapun air diciptakan oleh Alloh SWT. untuk menunjang kehidupan manusia di dunia. Manusialah sebagai salah satu mahkluk-Nya yang mampu mengolah karunia Alloh tersebut. Positif dan negatif manusialah yang memanfaatkan. Bencana yang datang kalau kita renungi berawal dari kesalahan manusia juga. Terkadang kita tidak menyadari, terlalu bodoh kita dihadapan Alloh SWT, tetapi kadang kita justru terlalu sombong dan tidak mengakui kenyataan tersebut.

Semoga kita semua mampu mentafakuri dan merenungi dengan mempelajari sifat-sifat air, dengan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membuat semakin tunduk dan patuh kepada Sang Maha Pencipta, Alloh SWT. Jika ciptaan-Nya begitu hebat bagaimana lagi kehebatan dari Sang Pencipta tersebut. Jangan sampai kita menjadi mahluk yang kufur akan nikmat, dimana terkadang kita baru menyadari ketika semuanya sudah terlambat.

Wallohu a'lam bi showab.

Terimakasih.
YS


 


Rabu, 30 Maret 2011

Bangunan Penangkap Sumber Sumber Air Baku (2)


Bangunan Intake terdiri dari 4 (empat) macam yaitu :
1.   Reservoir Intake (Intake Tower)
Reservoir Intake
Intake Tower terletak pada bagian pelimpahan atau dekat sisi bendungan. Pondasi menara (tower) terpisah dari bendungan dan dibangun pada bagian hulu. Menara terdiri atas beberapa inlet yang terletak pada ketinggian yang bervariasiuntuk mengantisipasi fluktuasi tinggi muka air dapat mengalir secara gravitasi ke fasilitas penjernihan air, maka intake tower tidak diperlukan.

2.   River Intake
River Intake
River Intake terdiri atas sumur beton berdiameter 3 – 6 m yang dilengkapi 2 atau lebih pipa besar yang disebut penstock. Pipa-pipa tersebut dilengkapi dengan katup sehingga memungkinkan air memasuki intake secara berkala. Air yang terkumpul dalam sumur kemudian dipompa dan dikirim kedalam instalasi pengolahan. River Intake terletak pada bagian hulu kota untuk menghidari pencemaran oleh air buangan.

3.   Lake Intake
Lake Intake terdiri atas satu atau lebih pipa bell-mouthed yang dipasang di dasar danau. Bell-mouthed ditutup dengan saringan (screen). Sebagai penyangga pipa dibuat jembatan yang menghubungkan pipa dari danau menuju tempat pengolahan air.
Lake Intake (www.thinkorthwim.com)
4.   Canal Intake
Canal Intake (www.iecca.net)
Canal Intake terdiri atas sumur beton yang dilengkapi dengan pipa bell-mouthed yang terpasang menghadap ke atas. Terdapat saringan halus pada bagian atas untuk mencegah masuknya ikan-ikan kecil dan benda-benda terapung. Ruangan juga dilapisi dengan saringan dari kerikil.

Intake juga dilengkapi dengan beberapa perlatan penunjang, antara lain.
1.       Pipa inlet, berfungsi untuk membawa air masuk ke dalam intake.
2.      Gate valve, berfungsi untuk mengatur debit aliran air dengan jalan membuka dan menutup aliran.
3.      Screen, berfungsi untuk menyaring kotoran atau suspended solid yang mungkin terbawa dalam air.
4.      Overflow, berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan air sehingga tinggi muka air dalam bak tetap konstan.
5.      Ventilasi, berfungsi menjaga tekanan udara dalam intake agar selalu sama dengan tekanan udara luar.
6.      Pompa, berfungsi untuk menaikan air dari sumber.
7.      Drain, berfungsi untuk menguras.
8.     Bak mom, berfungsi untuk membubuhkan desinfektan.
9.      Pipa outlet, berfungsi untuk membawa air keluar dari intake.
10.  Ruang operator

      Jenis bangunan intake sangat tergantung dari lokasi sumber air bakunya, juga faktor biaya baik biaya kontruksi, operasional maupun pemeliharaannya. Selain itu juga tergantung dengan tingkat sedimentasi dari lokasi sumber air baku. Faktor estetis juga bisa menjadi pertimbangan. Kombinasi dari beberapa tipe bangunan intake juga bisa dilakukan untuk mengakomodir kondisi di lapangan.


Sumber : Pedoman Pengenalan SPAM - Kemenpu BPPSPAM

Rabu, 23 Maret 2011

Bangunan Penangkap Sumber Sumber Air Baku (1)



Sebelum dialirkan ke bangunan instalasi pengolahan air minum (WTP), air baku yang berada dialam tentunya harus di tampung dahulu atau diarahkan pada suatu tempat yang dinamakan bangunan penangkap air baku.
Macam dan jenis bangunan penangkap air baku

1. Brocaptering.
    Merupakan bangunan penangkap air artesis -/+ yang muncul ke permukaan tanah secara alami. Airnya ditampung sedemikian rupa dengan konstruksi bangunan yang tidak mengganggu sistem pengalirannya, kemudian airnya dialirkan dengan sistem perpipaan / tanpa dialirkan untuk dimanfaatkan masyarakat sebagai air minum. Kualitas airnya relative baik, dibandingkan dengan sumber air dari permukaan, dan secara kuantitas jumlahnya sangat terbatas dan hanya terbatas pada beberapa daerah tertentu saja.
Pengumpulan air dari sumber mata air harus menjaga kondisi tanah disekitarnya. Air permukaan tidak boleh meresap dan bercampur dengan mata air. Suatu dinding dibangun dikedalaman dimana air meresap ke dalam ruang pengumpul air. Ruang pengumpul dilengkapi dengan pipa, katup dan manhole sesuai kebutuhan. Tangki dapat dikosongkan dengan adanya saluran dan pipa overflow. Jika air yang meresap mengandung air, perlu dibangun ruang pengendapan. Pada bagian permukaan bangunan, perlu dibangun saluran drainase disekeliling bangunan agar segera dapat membuang air permukaan.

2. Bangunan Pengambilan Air Baku (Intake)
Intake building PT. Aetra Air Jakarta (PAM JAYA) di Kalimalang JakTim
    Intake adalah suatu konstruksi yang berguna untuk mengambil air dari sumber air di permukaan tanah seperti reservoir, sungai, danau atau kanal. Konstruksi intake disesuaikan menurut konstruksi bangunan air, dan umumnya secara kualitas airnya kurang baik namun biasanya secara kuatitas airnya cukup banyak.

Lokasi Intake harus memperhatikan beberapa factor di bawah ini :
1.       Kualitas air yang tersedia harus baik.
2.      Berlokasi d tempat dimana tidak terdapat arus / aliran kuat yang dapat merusak intake.
3.      Selama banjir, air tidak boleh masuk ke dalam intake.
4.      Sebaiknya sedekat mungkin dengan stasiun pemompaan.
5.      Pasokan tenaga harus tersedia dan dapat digunakan.
6.      Angin yang menyebabkan sedimentasi harus dihindari.
7.      Lokasi harus mudah dijangkau dan dekat tempat pengolahan sehingga meminimalkan biaya perpipaan.
8.     Lokasi sebaiknya tidak berada di wilayah cekungan.
9.      Sebaiknya tertutup untuk mencegah sinar matahari yang bisa menstimulus pertumbuhan lumut atau ganggang di air ataupun pengotor-pengotor dari luar.
10.  Tanah tempat dibangunnya intake harus stabil.
11.   Bangunan intake harus kedap air.
12.  Pipa inlet ditempatkan dibawah permukaan sungai atau danau untuk mendapatkan air yang lebih dingin dan mencegah masuknya benda-benda yang mengapung.
13.  Sebaiknya terletak agak jauh dari bahu sungai untuk mencegah kemungkinan pencemaran.
14.  Sebaiknya terletak pada bagian hulu kota.


(bersambung)

Sumber : Pedoman Pengenalan SPAM - Kementrian PU, BPPSPAM.

Selasa, 22 Maret 2011

Falsafah Air dan Awan

Dalam menjalani hidup yang sementara ini jadilah seperti Air karena Air mengajarkan kepada kita untuk selalu merendah, walau berasal dari tempat yang lebih tinggi (langit) tetapi Air akan selalu mecari tempat yang rendah, semakin besar semakin banyak Air maka akan semakin bersemangat untuk menyelusup mencari seluruh tempat atau jalan yang lebih rendah untuk mengaliri dan memberi kehidupan yang ada di bawahnya.

Kebalikan dari itu kita jangan mengambil sifat dari Awan. Awan berasal dari yang lebih rendah (laut).Awan selalu ingin lebih cepat berada di tempat yang tinggi. Semakin ringan semakin dia tidak berbobot, kosong, dan yang jelas ketinggian Awan hanya menjadi permainan angin belaka.

Ambilah falsafah dari ke dua benda tersebut, kalau dikaitkan dengan mekanisme alam, maka antara awan dan air adalah satu kesatuan yang saling terkait. Falsafah tesebut mengajarkan kepada kita untuk selalu mawas diri dan mengingatkan kita supaya kita berdaya guna bagi orang lain dan lingkungan sekitar kita.

Terimakasih

YS









Senin, 07 Februari 2011

Jenis-jenis Meter Air Berdasar Cara Kerja (3)

3. Meter Elektronik.
    Meter elektronik dibuat untuk untuk menggantikan fungsi dari meter jenis mekanik yang sudah ketinggalan jaman. Selain itu untuk meningkatkan kinerja dan hasil yang lebih baik dari meter mekanik. Banyak fabrikan yang sudah membuat meter jenis ini dengan berbagai versi sebagai alternative pilihan bagi perusahaan pengguna meter air, tetapi kebanyakan dari industry meter tersebut semula hanya mengembangkan meter elektromekanik yaitu meter air masih menggunakan mekanik tetapi dengan registeter elektronik (digital).

Hanya ada tiga jenis yang benar-benar meter elektronik yaitu :

sb www.sureflowmeter.com
a. Elektromagnetik meter.
    Meter ini jenis pertama yang menggunakan non mekanik dalam prinsip kerjanya. Pada awalnya meter jenis ini membutuhkan power yang besar sehingga harus menggunakan tenaga listrik. Pada perkembangan selanjutnya meter air ini menggunakan tenaga battery untuk meter yang berukuran kecil, pada ukuran 2” ke atas masih menggunakan tenaga listrik. Tingkat akurasi meter mecapai ­+ 0,25 %.

b. Fluidic Osilasi meter (smartmeter)
    Smartmeter menunjukan hasil pengukuran yang akurat hingga batas usia meter. Dengan tidak adanya bagian yang bergerak, smartmeter tidak terkena dampak negatif dari adanya pasir sehingga terhindar dari masalah ketidak akuratan dibanding dengan menggunakan mekanikal.
 
SmartMeter memiliki teknologi yang canggih dengan dengan tingkat pembacaan akurasi tinggi dan dapat memeperpanjang usia meter dengan cara mengganti baterai meter.
sbr gb. www.smartmeter.co.uk
SmartMeter menyediakan meter yang bisa dibaca secara langsung atau dalam format AMR (Automatic Meter Reading) yang menggunakan teknologi induktif, radio frekwensi atau segala bentuk teknologi pembacaan meter otomatis yang saling terhubung melalui aplikasi meter dengan sistem kode atau pulsa. Selain membaca dan merekam jumlah volume air yang dikonsumsi, smartmeter memiliki fasilitas pemantauan yang unik, memungkinkan meter untuk mendeteksi adanya perusakan (tamper), periode konsumsi secara terus menerus (24 jam), waktu adanya pemakaian ataupun tidak, adanya udara dalam pasokan dan status baterai.
 
Meter ini jenis pertama yang menggunakan non mekanik dalam prinsip kerjanya. Pada awalnya meter jenis ini membutuhkan power yang besar sehingga harus menggunakan tenaga listrik. Pada perkembangan selanjutnya meter air ini menggunakan tenaga battery untuk meter yang berukuran kecil, pada ukuran 2” ke atas masih menggunakan tenaga listrik. Tingkat akurasi meter mecapai ­+ 0,25 %.
Udara yang lewat dalam sistem dapat dideteksi, sehingga tidak memasukan jumlah tersebut kedalam sistem. SmartMeters telah dirancang sedemikian rupa sehingga tahan terhadap tamper.
Jika aliran air tidak berhenti untuk jangka waktu yang telah ditentukan, periode waktu bisa ditambah sehingga paket data bisa diperpanjang.
Dalam situasi dimana meter terus menghitung, dan meningkat setelah pembacaan dilakukan, petugas dapat menyimpulkan bahwa ada kebocoran air didalam sistem.
Sistem akan memberitahu sisa usia baterai 12 bulan sebelum habis. Dengan mengganti baterai maka akan memperpanjang usia meter tanpa harus mengganti meter atau nomer seri meter.

c. Ultrasonic meter.
sb. gbr www.o-digital.com
    Sebuah velocity flow meter akan terus mengukur baik elevasi atau kecepatan aliran pada saluran terbuka atau pipa untuk menghitung air yang lewat. Sensor ultrasonik dipasang di bagian bawah dari pipa atau saluran. Untuk mengukur elevasi air sensor memancarkan pulsa ultrasonik yang berjalan melalui air dan mencerminkan dari permukaan cairan. Instrumen mengukur waktu yang diperlukan suara untuk kembali ke sensor. Berdasarkan kecepatan suara dalam air, elevasi diukur dengan akurasi ± 0,25%.

Kecepatan aliran diukur dengan sinyal Doppler ultrasonik yang terus menerus disuntikkan ke dalam air. Suara dengan frekuensi tinggi mencapai 640 KHz tercermin kembali ke sensor dari partikel atau gelembung tersuspensi dalam cairan. Jika fluida bergerak, kembali suara pada frekuensi diubah proporsional dengan kecepatan aliran. Dengan teknik ini instrumen dapat mengukur kecepatan gerak aliran dengan akurasi ± 2%. Kecepatan Aliran Meter bekerja di saluran sebagian penuh dan surcharged pipa, persegi panjang, trapesium dan berbentuk telur.

A.  Compound water meter (meter air kombinasi)
gb. sbr www.elstermetering.com

1.  Standard Compound
     Meter air kombinasi merupakan gabungan 2 buah meter air untuk mengakomodasi adanya 2 aliran ekstrim yang melalui satu buah pipa, tergantung besarnya pemakaian air oleh pelanggan. Meter ini bisa membaca pada Qmin untuk pemakaian rumah tangga (domestic) dan flow tinggi Qmax pada meter type waltman yang biasa terpasang di pelanggan industry.

2. Fire Service
gb. sbr  www.badgermeter.com
Secara prinsip meter jenis ini hampir sama dengan jenis standard, hanya penggunaan meter jenis ini lebih mengarah kepada sistem pemadam kebakaran pada suatu gedung, gudang, hotel, rumah sakit, apartment atau pusat perbelanjaan dengan sistem sprinkler sehingga air dapat keluar dengan segera dalam waktu yang sangat cepat.

Pada aliran rendah air akan lewat melalui meter kecil dan ketika aliran pada pressure maka detector check valve secara otomatis akan terbuka. Kondisi ini bisa terjadi contohnya pada saat sistem pemadam kebakaran sprinkler saat bekerja. Saat tekanan air berkurang maka detector check valve akan menutup dan mengalihkan aliran pada meter yang kecil.

****

Berbagai macam jenis meter masih terlalu banyak untuk ditampilkan. Ada meter jenis basah, kering dan semi kering belum lagi ada smart meter, kemudian meter pra bayar dan lain-lain. Tentunya hal tersebut sangat menarik untuk ditampilkan. Pembahasan secara mendalampun rasanya butuh waktu lama dan rasanya bukan maksud dari blog ini dibuat. Penulis hanya menampilkan bagian luarnya saja dari beberapa macam meter tersebut untuk memperkaya wawasan kita.

Kitapun sadar bahwa teknologi terus berkembang, para pabrikan meter terus berlomba untuk membuat dan menciptakan meter baru dengan teknologi yang mutakhir. Kita para user meter air tinggal menunggu hal-hal yang baru tersebut dibuat untuk kita pakai sehingga kita dapatkan manfaat sebesar-besarnya.

Sekian dan terima kasih.
 

Selasa, 25 Januari 2011

Jenis-jenis Meter Air Berdasar Cara Kerja (2)

(sambungan dari postingan sebelumnya)

c.  Meter propeller.
sumber dari caes.uga.edu
Meter propeller terdiri dari tuas berputar atau spindle, sebuah heliks berbentuk impeller, diposisikan dalam arah aliran air. Ketika aliran air masuk pada meter, maka impeller akan berputar. Kecepatan putaran pada impeller berbanding lurus dengan kecepatan aliran.
Putaran dikonversikan melalui kopling magnetik dan meneruskan pada register untuk
menghitung kecepatan aliran dan mengalikan dengan luas penampang tabung meter. Meter air jenis ini biasa digunakan pada aliran irigasi pertanian.



d. Meter Proportional
Meter jenis proporsional biasanya digunakan pada air yang tidak diolah (untreated water) seperti air baku, atau air irigasi. Pada meter ini terpasang saringan (strainer) yang berfungsi menahan material padat sehingga Itu adalah air yang mengandung partikel padat. Pada konstruksi utama meter yang dialiri air tidak ada alat mekanik yang bergerak. Argometer by-pass menggunakan desain turbin tertentu yang terbuat dari material yang tidak mudah aus. Meter irrimag tidak sensitive pada material padat dan aliran air lambat (low flow). Termasuk meter air klas D, Irrimag meter sangat cocok untuk air dari ekstraksi langsung dan aplikasi irigasi. Jenis ini juga ideal untuk meter hidran pemadam kebakaran. 

2. Differential pressure (Perbedaan Tekanan)
    a. Meter Venturi

Meter air Venturi ini dibuat dengan menggunakan prinsip Bernoulli untuk mengukur besarnya aliran air yang lewat.  Pada bagian tengah pipa konstruksi meter mengecil sehingga diameternya lebih kecil daripada pipa di bagian hulu. Cara kerja meter ini adalah apabila aliran air melalui suatu bagian luas penampang pipa yang lebih kecil, maka perubahan kecepatan aliran akan terjadi sehingga menyebabkan kecepatan air akan bertambah.  Perbedaan tekanan juga akan terjadi apabila melalui luas penampang yang berbeda. Meter venturi sesuai untuk jaringan pipa yang berdiameter besar seperti pada meter produksi atau meter intake dan tidak memerlukan banyak perawatan.
sb. mw4rosemount.usinternet.com

b. Meter Orifice 
Cara kerja meter air orifis hampir sama dengan prinsip kerja dengan meter Venturi.  Perbedaan antara meter air orifis dengan meter air venturi adalah meter air orifis mempunyai lempeng bulat mempunyai satu atau lebih lubang di tengahnya yang dipasang ditengah pipa meter. Debit air yang lewat pada meter air orifis dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip yang sama dengan meter air venturi.

c. Pitot Tube Meter
d. Flow Nozzle Meter.
Kedua jenis meter ini sangat jarang digunakan di industri air minum, sehingga kali ini tidak dibahas.

Sumber : - Selection, Installation, Testing and Maintenance Water Meter by AWWA
                 - Berbagai sumber lainnya.

(bersambung)




Senin, 24 Januari 2011

Jenis-jenis Meter Air Berdasar Cara Kerja (1)


Meter air sangat penting bagi perusahaan air minum untuk memonitor secara terus-menerus pemakaian air pelanggan sehingga didapat rekening tagihan bulanan yang akurat, selain itu juga berfungsi untuk mengontrol dan mengendalikan pemakaian air pelanggan sesuai dengan kebutuhan. Jenis meter air berdasarkan cara kerja dibagi menjadi : 

A.  Positive Displacement (Volume)
Meter kelompok ini mempunyai tingkat akurasi yang sangat tinggi, termasuk meter klas C. Kelebihan meter jenis ini mudah dibaca tanpa memerlukan keahlian khusus dan mampu membaca pada aliran dengan pressure yang lemah. Meter jenis ini sangat cocok untuk pelanggan domestic dan pelanggan industry kecil. Selain itu jenis meter ini bisa dipasang pada semua posisi. Kelemahan dari meter jenis ini biasanya sangat sensitive terhadap kotoran atau pasir, selain itu tidak bisa pada aliran dengan pressure yang besar. Meter jenis ini bisa juga disebut dengan meter volumetric, karena mekanik yang menggerakan angka meter berdasar dari volume ruangan yang telah ditentukan besarnya dari pabrik. Meter air jenis ini dibagi menjadi 2 :

Nutating Disc Meter - neptuneflowmeter.com
1.  Nutating  Disc Meter.
Meter jenis ini mempunyai lempengan berbentuk cakram/disk yang berada di dalam body meter. Cakram ini menempati satu ruang yang telah terhitung volumenya. Cakram ini kemudian berputar seiring dengan masuknya air ke dalam mater. Cakram ini dihubungkan dengan register meter dengan stick atau tuas untuk mencatat jumlah pemakaian air. Banyaknya putaran cakram ini menunjukan semakin banyaknya kuantitas air yang masuk dan tercatat pada meter.
 
2. Oscilating Piston 
Berbeda dengan jenis meter disc meter, meter jenis piston memilik semacam bucket atau gayung yang akan berputar apabila dialiri air. Air akan masuk dari lubang input dan memenuhi bucket yang akan segara berputar dan menyalurkan pada ruang dibalik bucket melalui sebuah saringan. Pergerakan dari bucket ini menggerakan mekanik yang terhubung pada angka register.
Semakin cepat pergerakan bucket menunjukan volume air yang melaluinya semakin banyak. Meter jenis ini biasanya dilengkapi dengan check valve sehingga air tidak bisa berbalik arah. Saringan pada bucket sangat kecil, hal inilah yang menyebabkan meter jenis ini mudah macet apabila ada pasir.

B. Non Displacement (Non Volume)
     Meter non displacement merupakan kebalikan dari positive displacement meter terdiri dari beberapa jenis :  

1. Velocity meter.   
 Jenis meter ini menggunakan laju air sebagai penggerak dari mekanikal yang ada di dalam meter dan terhubung kepada angka register meter. Kecepatan pada air secara spesifik di konversi menjadi volume yang terbaca pada register meter. Jenis velocity meter ini ada beberapa type :

a.   Single dan Multiple-jet. 
Kecepatan air menggerakan impeller yang ada di dalam meter dan berputar menggerakan roda gigi mekanik dan diteruskan ke register meter. Perbedaan antara single-jet  dengan multiple-jet adalah apabila single jet hanya memiliki satu lubang input dengan konstruksi dalam meter dibuat sedemikian rupa hingga air yang masuk hanya mengenai satu sisi impeller saja demikian dengan lubang keluarnya. Meter ini mampu membaca pada aliran air rendah (low flow), termasuk meter klas C. 
Sedangkan pada meter jenis multiple-jet mempunyai tempurung yang membungkus impeller dan pada tempurung ada 2 lubang input dan 2 lubang output, lubang-lubang ini dibuat sedemikian rupa sehingga mampu memutar impeller. Secara umum meter jenis ini lebih mampu untuk tetap berputar pada air yang mengandung pasir.


b.  Meter Air Turbin
Meter jenis ini diciptakan oleh Reinhard Woltman. Meter ini mempunyai beberapa keping kipas atau rotor yang dipasang pada sumbu as. Cara kerja meter ini sama dengan meter velocity menggunakan kecepatan air untuk memutar baling-baling dan yang diteruskan pada register untuk dikonversi menjadi volume atau kubikasi. Jenis ini ada yang bertipe vertical dimana sumbu as baling-baling terpasang secara vertical biasanya digunakan pada aliran yang memiliki aliran turbulensi, konstruksi meter dibuat sedemikian rupa sehingga alir tidak langsung mengenai kipas/baling-baling. Hal ini memungkinkan meter ini bisa menerima semua type aliran air sehingga pembacaan meter lebih akurat. Meter type woltman vertical ini juga disebut juga type Woltmag.
Sementara kebalikan dari type woltmag adalah type woltex dimana sumbu as terpasang secara horizontal sehingga bisa juga di sebut type woltman horizontal. Air masuk dari lubang input langsung mengenai baling-baling, meter jenis ini hanya bisa menerima air pada aliran dengan kecepatan tinggi, karena apabila pada debit kecil tidak akan mampu memutar baling-baling.









Sumber :  -  Selection, instalation, testing and Maintenance - AWWA.
                    -  Berbagai sumber lainnya.


(bersambung)