Jumat, 27 Mei 2011

Permasalahan Pelayanan Jaringan Air Bersih di Perkotaan

Secara umum pelayanan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas aliran air minum diperkotaan cenderung bermasalah. Hal ini tentu bukan tanpa sebab. Penulis mencoba mengulasnya secara ringkas.

Indikasi :

Masyarakat masih ada yang tidak mendapatkan pelayanan air bersih sebagaimana mestinya terutama di daerah kawasan padat penduduk dan kumuh dengan tingkat ekonomi yang masih di bawah rata-rata. Masyarakat mendapat air bersih dengan cara membeli dari tukang air keliling yang harganya tentu lebih mahal apabila menjadi pelanggan PAM.  

Indikator : 
  1. Benyaknya masyarakat yang masih menggunakan air bukan hasil pengolahan atau membeli lewat pihak ke-3.
  2. Banyaknya jaringan air yang bersih yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 
  3. Banyaknya keluhan yang disampaikan pelanggan kepada pengelola air bersih atas kualitas, kuantitas dan kontinuitas aliran air.
Pemandangan sebagian kota Jakarta - Indonesia
Penyebab : 
  1. Perubahan alokasi lahan yang tidak sesuai dengan Perencanaan Tata Ruang Kota yang yang telah disahkan baik lewat Perda maupun Undang-undang.
  2. Lemahnya sistem hukum yang tidak bisa menjerat bagi pelanggar yang tidak melaksanakan Rencana Tata Ruang Kota.
  3. Rencana Tata Ruang Kota yang ada tidak di publish secara umum sehingga hanya sebagian masyarakat yang mengetahui.
  4. Tidak mengikut sertakan peran aktif masyarakat secara umum baik dalam perencanaan maupun dalam implementasi Rencana Umum Tata Ruang Kota.  
  5. Populasi jumlah penduduk bertambah baik secara natural (jumlah kelahiran tinggi) atau pertambahan penduduk akibat arus urbanisasi dari desa ke kota yang tidak diimbangi dengan jumlah kapasitas air bersih hasil pengolahan.
  6. Keterbatasan jumlah air baku baik secara kualitas maupun kuantitas.
  7. Air baku yang ada mengalami pencemaran sehingga mengurangi jumlah air baku yang bisa diolah. Perkembangan ekonomi yang pesat di perkotaan menuntut jumlah air bersih lebih banyak baik bagi golongan domestik (perumahan warga) maupun industri.  
  8. Semakin mahalnya biaya investasi, operasional  dan maintenance penyediaan dan pengolahan air bersih sehingga beban yang ditanggung masyarkat semakin besar sementara tidak semua masyarakat mampu membayarnya.
  9. Kurangnya dukungan pemerintah dari sisi investasi dalam peningkatan infrastruktur jaringan air bersih.
  10. Pertambahan jumlah penduduk akibat urbanisasi sebagian besar bertempat di daerah-daerah yang tidak mempunyai syarat administrasi atau liar sehingga tidak mungkin pengelola air bersih menjadikan daerah atau kelompok ini menjadi pelanggannya. minum.
  11. Kelemahan manajemen dan operasional dalam pengelolaan dan penyediaan air bersih.
  • Banyaknya pipa yang bocor dan tidak akuratnya meter air akibat kurangnya pemeliharaan atau pencurian air bersih oleh oknum. 
  • Kapasitas produksi yang rendah sehingga distribusi air bersih menjadi terbatas. 
  • Lemahnya SDM yang ada sehingga operasional menjadi tidak efektif dan efisien.

Solusi : 
  1. Perencanaan Tata Ruang Kota yang baik dan benar akan menyederhanakan dan melokalisir permasalahan yang muncul.
  2. Implementasi dari RUTRK dengan disiplin dan konsisten sehingga memudahkan operasional dan pemeliharaan oleh Perusahaan Air Bersih sehingga biaya menjadi lebih murah dan masyarakat tidak menanggung beban terlalu berat dengan tarif yang lebih murah.
    Suasana pedesaan di belakang sekolah
  3. Memperketat terbitnya Surat Ijin Mendirikan Bangunan yang tidak sesuai dengan RUTRK.
  4. Memperkuat penegakan hukum bagi warga atau perusahaan yang melanggar RUTRK.
  5. Mengumumkan secara luas dan melibatkan peran aktif masyarakat dimulai dari perencanaan awal, implementasi sampai dengan pengawasannya.
  6. Pemerataan pembangunan dan pusat-pusat ekonomi sehingga mencegah adanya penumpukan penduduk pada suatu daerah, hal ini untuk mengimbangi keterbatasan sumber air baku yang ada.
  7. Memperkuat manajemen Perusahaan Pengelola Air Bersih.
  8. Dalam jangka pendek perlu adanya program shortcut untuk mengatasi permasalahan air bersih yang ada pada suatu daerah. Salah satunya dengan program CSR (Corporate Social Responsibility), seperti adanya tanki air, kios air atau meter induk (hal ini akan ditampilkan pada lain kesempatan.   
Sekian. Terimakasih.                                            

Selasa, 10 Mei 2011

Lagu tentang Air Bersih

Lagu ini tanpa sengaja saya temukan ketika sedang asyik browsing. Liriknya pas dengan tema blog ini. Lagunya lumayan enak didengar. Saya tampilkan linknya, tinggl klik saja. Silakan.

http://soundcloud.com/arizerxion/air-bersih-v3

Sabtu, 07 Mei 2011

Bangsa Mie Instant


Pada saat tulisan ini dibuat penulis baru saja datang di tempat kerja, selama perjalanan dari rumah hingga ke tempat kerja, banyak hal yang dilihat oleh penulis dan hal ini terus menggoda pikiran hingga tangan rasanya gatal-gatal untuk menuangkan rasa penasaran ini dalam bentuk tulisan. Kepada rekan-rekan pembaca, penulis mohon maaf apabila tema kali ini tidak berhubungan dengan dunia air minum, tetapi mengenai fenomena sosial yang berada di tengah-tengah kita.

Gedung-gedung tinggi tampak di kejauhan
Pagi hari tadi saat penulis sedang berkendaraan kebetulan didepan ada angkot dimana terlihat ada 2  anak sekolah, satu anak SMA dan satu lagi anak SMP hendak berangkat ke sekolah, mereka tampak asyik sedang menggunakan hp Blackberry, sibuk sms dan telpon. Penulis berpikir dua anak sekolah ini jelas mereka bukan berasal dari golongan atas tetapi mereka sudah menggunakan Blackberry, darimana mereka dapatkan itu..? Pemberian orang ? Hadiah ? atau hasil nodong orang tuanya. Penulis berpikiran positif bahwa itu adalah pemberian orang tuanya, dengan maksud baik supaya bisa berkomunikasi dengan mereka. Penulis jadi ingat dengan anak pertama penulis yang masih klas 6 SD, diapun sudah meminta dibelikan Blackberry, saya bilang dengan anak saya, “Untuk apa kamu Blackberry, kenapa harus BB, apa yg sekarang belum cukup ? (penulis berikan dia hp esia jadul, dengan maksud fungsi komunikasi baik sms maupun telpon sudah bisa). Jawab anak saya, “ Malu Yah.. dilihat sama teman-teman, dikatain teman-teman, jadulah...  kunolah...  nggak bisa dipake FB-lah...”. Beruntung setelah diberi pengertian oleh penulis dan ibunya, dia mau mengerti dan tanpa malu memakai hp itu lagi. Ternyata anak SD sekarangpun sudah banyak yang memakai barang-barang canggih dan mahal. Ahh.. penulis merasa seolah-olah ketinggalan zaman.

Kemudian tibalah penulis di jalan yang macet. Penulis berpikir macet kok tiap hari yah... kecuali hari libur. Hampir disetiap sudut jalan kota ini mengalami kemacetan.. banyak banget kendaraan di kota ini. Kendaraannyapun bagus-bagus , keluaran terbaru.. sudah jarang terlihat mobil-mobil carry atau colt diesel yang pada eranya menjadi favorit, mobil-mobil tua masih ada satu dua yang jalan, tetapi mobil-mobil tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa dan dengan perawatan yang tidak murah menjadi barang antik, jadilah barang yang mahal harganya.

Sementara ironis sekali kalau kalau kita melihat bis angkutan umum yang ada. Kesan kumuh, apek, berhimpitan dan asap knalpot bergulung-gulung. Ada memang yang agak bagusan, itupun bisa dihitung dengan jari. Kereta api yang penuh sesak dengan manusia hingga naik ke atap dan bergelantungan dipintu. Jalan raya yang penuh sesak diperparah dengan  kondisi jalan yang parah, berlubang sehingga bertambah macet, belum lagi kalau hujan. Saluran air yang mampat akibat sampah yang menyumbat atau kurangnya pemeliharaan dari instansi terkait. Mau jalan yang agak bagusan ya.. pilih jalan tol, jalan bebas hambatan tetapi bukan berarti bebas macet. Tetapi dengan catatan untuk bisa lewat harus bayar jalan tol. Artinya tidak semua orang bisa melewati jalan tersebut. Hanya orang yang mampu membayarlah yang bisa melewatinya, yang bikin bertanya-tanya lagi, jalan tol ada yang sudah lama di bangun, seperti Jagorawi, tetapi kenapa belum dibebaskan padahal masa konsesinya sudah lewat. Ada yang bilang alasannya nanti uang dari mana yang untuk memlihara kondisi jalan tersebut. Lha... uang hasil pajak dikemanain..? masih kurang yah sehingga harus memungut dari rakyat.. padahal itukan fasilitas umum yang wajib disediakan oleh negara bagi kemakmuran rakyatnya..

Kawasan kumuh di Cilincing Jakarta Utara
Kemudian perjalanan penulis berlanjut pada daerah-daerah yang mempunyai gedung tinggi, kawasan ekslusif, daerah supermahal dan hanya orang-orang yang berkantong tebal saja yang bisa berkantor di sana, tetapi kalau kita sedikit keluar dari jalan penuh gemerlap tersebut, dibalik gedung-gedung nan megah tersebut tampaklah potret kemiskinan yang sangat parah. Rumah-rumah tidak layak huni berderet dipinggir kali dan rel kereta api. Jangan tanya bagaimana kondisi lingkungan mereka kumuh, kusam, wajah-wajah keras jelas terpampang. Tawuran antar kampung jadi cerita keseharian mereka. Dari kedua kondisi tersebut memiliki kesamaan sifat yaitu sama-sama tidak peduli dengan sesamanya. Cuek, bodoh amat, sebodo teuing kalau orang sunda bilang. Semua asyik dan tenggelam dengan urusan masing-masing.

Pikiran penulis terus menerawang nakal. Penulis jadi teringat cerita seorang teman yang pernah pergi ke Eropa, tepatnya di Belanda. Teman tersebut bercerita bahwa supermarket yang paling bagus disana kalau dibanding dengan yang ada di Indonesia maka hanya sekelas Hero. Tidak ada yang sekelas Mal Pondok Indah, Taman Anggrek atau Mal Of Indonesia (MOI). Kemudian penulis juga teringat ketika berkesempatan berkunjung ke Singapore dan Kuala Lumpur, mal-mal dan tempat hiburan disana tidak lebih hebat dari yang ada di Indonesia bahkan mungkin lebih bagus disini. Maka aneh kalau kemudian banyak masyarakat Indonesia yang terpukau dan pergi berbelanja ke sana hanya untuk sekedar beli dompet. Padahal tidak sedikit barang-barang tersebut berasal dari Indonesia, bahkan yang jual sekalipun bisa jadi orang Indonesia yang awalnya menjadi TKI disana. Kemudian bandara-bandara di Eropa, keadaannya ternyata lebih megah di Jakarta daripada di sana.
Tetapi jangan tanya tentang fasilitas umum mereka, rakyat di Belanda benar-benar sangat dimanjakan oleh pemerintah mereka. Jumlah moda transportasi lebih banyak baik dari sisi varitas maupun dari sisi jumlah. Sehingga tidak akan mungkin ada penumpang yang bersesakan dan bergelantungan seperti Jabodetabek di Jakarta. Di Singapore dan di Kuala Lumpur fasumnya tidak akan membuat orang menjadi kapok untuk naik angkutan umum. Kondisi yang nyaman dan aman dengan jam tiba dan datang yang tepat. Sehingga hidup disana walaupun mahal tetapi menjadi lebih efisien dan mudah.

Kondisi jalan di sekitar Rawa Mangun Jakarta Timur
Penulis pernah membaca tentang artikel di sebuah media on-line betapa terkagum-kagumnya turis-turis yang baru datang dan baru pernah ke Indonesia. Mereka kagum akan keindahannya. Mereka seperti baru terbuka matanya ketika melihat bahwa kondisi di Jakarta sangat megah dan ramai, banyak gedung tinggi. Rupanya cerita tentang Indonesia tertutup oleh gencarnya promosi yang dilakukan oleh negara tetangga. Mestinya kita bangga, tetapi kebanggaan itu akan segera sirna ketika kekaguman mereka tergantikan oleh betapa kecewanya mereka akan fasilitas publik yang ada. Beruntung mereka bepergian dengan tour guide dengan transportasi memadahi, sehingga bisa ditunjukan pada lokasi-lokasi yang nyaman dan indah.

Dari sekian banyak potret sosial yang ditampilkan oleh penulis diatas, ada dua kondisi kontradiktif  yang sangat bertentangan yang terjadi ditengah-tengah ki ta. Apa yang salah dengan masyarakat kita. Sebagai orang awam rasanya sulit untuk menjelaskan kondisi ini. Sepertinya perlu pakar seperti Bapak Imam B. Prasodjo untuk membantu menjelaskan fenomena ini. Sebagai orang awam hanya bisa melihat dan merasakan dengan perasaan kesal dan penuh pertanyaan dibenak penulis.

Di lingkungan kita ada dua wajah, wajah kemakmuran dengan paham hedonismenya yang serba materialistis dan wajah kesengsaraan yang dialami oleh masyarakat marginal. Ada satu kata yang rasanya tepat untuk menggambarkan hal tersebut. Konsumtif... ya.. kata itu tepat rasanya. Masyarakat kita sangat suka akan kemewahan walaupun hal tersebut tidak banyak gunanya, suka dengan segala hal yang berlebihan, cenderung lebay malah...

Indonesia adalah pengguna Blackberry terbesar ke-3 di dunia setelah Amerika Serikat dan Canada, bahkan diprediksi menjadi pengguna terbesar di dunia melebihi ke-2 negara besar tersebut, tetapi pengguna kartu kredit di Indonesia secara gafik juga terus mengalami peningkatan. Masyarakat Indonesia tidak suka menabung tetapi lebih suka berhutang. Sayangnya hutang tersebut tidak dipakai untuk meningkatkan investasi sehingga mendapat pendapatan yang lebih tetapi untuk keperluan sekunder yang tidak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup.

Kondisi jembatan yang sudah tua (sudah tidak digunakan) di Kali Serayu
Apa yang terjadi pada masyarakat juga terjadi pada penyelenggara negara ini. Baik pusat maupun daerah. Mereka lebih suka membangun hal-hal yang bersifat monumental dengan biaya yang besar. Gedung-gedung tinggi nan megah, mal-mal besar, kantor-kantor pemerintah yang mewah. Sementara bangunan-bangunan infrastruktur yang menunjang perekonomian menjadi program kesekian. Jalan raya, moda transportasi, bandara, pelabuhan, fasilitas air bersih, dam, sekolah, rumah sakit, terminal, stasiun kerata api berikut tracknya dan lain-lain menjadi program ke sekian. Mereka lebih suka mendahulukan program pengadaan mobil mewah pejabat, studi banding ke luar negeri yang tidak jelas outputnya.  Rumah dinas pejabat dan masalah yang sedang hangat dibicarakan saat ini yaitu pembangunan gedung baru DPR yang direncanakan menghabiskan dana hingga 1,2 T. Kalaupun ada pembangunan fasum hanya sekedar untuk pelengkap saja, bahkan ada yang bersifat politis contohnya seperti pembangunan jembatan Suramadu dan 7 jembatan yang menghubungkan pulau-pulau kecil di Batam Kepri. Harapan dari dibangunnya fasum tersebut adalah dapat meningkatkan taraf hidup pada daerah tersebut tetapi ternyata setelah sekian lama di bangun tidak ada kemajuan yang signifikan pada kedua daerah tersebut. Padahal nilai bangunan tersebut sangat mahal dan biaya atas waktu dan uang menjadi terbuang.

Kita mestinya mencontoh negara-negara di Eropa atau di Cina yang lebih dahulu membangun fasilitas publik daripada bangunan-bangunan strukturnya. Jalan, jembatan, terowongan, subway dan lain sebagainya dibangun dengan harapan investasi akan masuk dan otomatis ekonomi akan berjalan tumbuh dengan pesat.

Fasilitas publik jelas adalah domain pemerintah, perusahaan privat bisa dilibatkan tetapi kebanyakan akan membutuhkan retribusi yang sangat mahal dan dibebankan kepada masyarakat, padahal masyarakat sudah membayar pajak.

Fasum untuk masyarakat bersosialisasi satu sama lain
Hal tersebut tentunya terkait dengan model perencanaan di negara kita yang lemah, terlalu banyak kepentingan dan lebih bersifat politis. Semestinya kepentingan nomer satu adalah kepentingan masyarakat umum. Dari sistem desain perencanaan di negara kita faktor kemanannya (safety factor) lebih besar apabila dibanding dengan negara lain. Indonesia sekitar 1,5 sementara di negara-negara Eropa, Jepang, AS atau China berkisar 1,1 s/d 1,25. Bahkan bisa jadi lebih untuk mengakomodir berbagai pesanan dan kepentingan. Hal ini bukan berarti karena perencana-perencana kita kalah atau kurang baik dibanding negara-negara asing tersebut, tetapi lebih karena tahu bahwa dalam pelaksanaannya, pembangunan proyek-proyek di Indonesia terlalu banyak penyimpangan sementara dari sisi pengawasan sangat lemah.

Ada apa dengan bangsa dan masyarakat kita. Dimulai dari masyarakat mie instan akan melahirkan pejabat mie instant dan tentu pemimpin mie instant. Kita tahu mie instant adalah makanan cepat saji yang sangat digemari di Indonesia, penyajiannya cepat, tersedia dimana-mana, murah tapi tidak menyehatkan dan bisa mengakibatkan penyakit apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sehingga rasanya tepat perumpamaan bahwa bangsa kita menjadi bangsa mie instant.

Tulisan ini menjadi sarana refleksi dan instrospeksi bagi penulis dan berharap pembaca dapat memahami dan menyetujuinya, sehingga kita semua dapat berbuat lebih baik,  lebih bermanfaat bagi kita, masyarakat dan bangsa. Mewah, megah belum tentu tepat untuk mengatasi segala permasalahan kepentingan umum, tetapi apa yang paling dibutuhkan kita, masyarakat dan bangsa saat inilah yang mestinya menjadi prioritas.  

Akhirnya sampailah penulis hingga ke tempat kerja, dengan setumpuk pertanyaan rasa penasaran yang menggunung. Salam....

Kamis, 21 April 2011

Bangunan Reservoir (3) Fungsi dan Perencanaan


Reservoir merupakan bangunan penampungan air minum sebelum dilakukan pendistribusian ke pelanggan atau masyarakat ke pelanggan/masyarakat, yang dapat ditempatkan  di  bawah tanah atau di atas tanah dalam bentuk menara atau tower.

Bangunan reservoir umumnya diletakan di dekat jaringan distribusi pada ketinggian yang cukup untuk mengalirkan air secara baik dan merata ke seluruh daerah konsumen.
Pintu Air Banjir Kanal Timur Jakarta Utara

Fungsi keberadaan reservoir adalah :
  1. Penampungan terakhir kali air yang telah diolah dan memenuhi syarat kualitas air minum.
  2. Sebagai sarana vital penyaluran air ke masyarakat dan sebagai cadangan air.
  3. Sebagai tempat penyimpanan kelebihan air agar dapat tercapai keseimbangan antara kebutuhan dan suplai.
  4. Keperluan instalasi, seperti  pencucian filter, pembubuhan alum.
  5. Tempat penyimpanan air saat desifektan.
  6. Sebagai pengaman untuk gelombang tekanan balik.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
  1. Reservoir harus tertutup rapat tidak boleh berhubungan langsung dengan sinar matahari, hal ini untuk mengurangi penguapan.
  2. Lubang ventilasi dilengkapi dengan kawat kasa supaya binatang kecil tidak bersarang di dalamnya.
  3. Ada by pass dari pipa inlet langsung ke pipa outlet, sehingga apabila ada kerusakan /pengurasan produksi air tidak terganggu.      
  4. Sebaiknya reservoir dibuat 2 buah secara terpisah dalam pelayanan area yang sama sehingga apabila salah satu ada pencucian atau maintenance produksi air bersih tidak terganggu.

Penempatan Reservoir :
  • Reservoir pelayanan ditempatkan sedekat mungkin dengan pusat daerah layanan, kecuali jika keadaan tidak memungkinkan. Selain itu harus dipertimbangkan pemasangan pipa parallel.
  • Tinggi reservoir pada sistem gravitasi ditentukan sedemikian rupa hingga tekanan minimum sesuai hasil perhitungan hidrolis di jaringan pipa distribusi adalah 15 meter. Muka air reservoir rencana diperhitungkan berdasarkan tinggi muka air minimum.
  • Jika elevasi muka air tanah wilayah pelayanan bervariasi, maka wilayah pelayanan dapat dibagi menjadi beberapa zone wilayah pelayanan, yang dilayani masing-masing dengan satu reservoir.
Pintu Air BKT Jakut (dari jauh)
Meskipun fungsi reservoir menampung air yang sudah bersih, tetapi masih ada lumpur yang mengendap di sini, jadi dalam hal ini masih memerlukan pengurasan hanya waktunya relative lebih lama daripada pengurasan unit-unit yang lain. Permukaan dinding dan lantai harus dibersihkan secara sempurna dengan menggunaka air yang bertekanan tinggi dan disikat. Air dan kotoran sisa pembersihan harus dibuang dari tank reservoir. Saringan pembersihan juga perlu diperiksa.  Pengurasan dilakukan umunya setahun sekali.

Apabila dari segi topografi dan masyarakat tidak memberikan hasil yang ekonomis untuk reservoir menara, maka reservoir di tanah berikut menyiapkan penampungan yang memadai. Jika di dalam sistem distribusi terdapat beberapa zona tekanan, maka reservoir di tanah dan pompa booster biasanya terletak di dekat daerah zona distribusi tersebut. Air dari zona tekanan yang rendah akan dialirkan ke reservoir dan selanjutnya di pompa ke daerah yang lebih tinggi.
Pintu Air BKT Jakut

Bangunan ini biasanya dibuat di tanah yang tinggi atau dekat dengan daerah layanan. Reservoir jaman dahulu umumnya menggunakan konstruksi sederhana dengan cara sebagian digali dan ditimbun, dan diperkeras dengan batu pecah, bata ataupun beton pada dinding dan dasarnya serta atasnya selalu terbuka.

Masalah yang mungkin muncul untuk konstruksi reservoir yang terbuka adalah sebagai berikut :
  • Kehilangan air akibat dari resapan dan penguapan.
  • Pembekuan (pada musim dingin / di Indonesia kemungkinannya sangat kecil)
  • Kehilangan bahan klorine karena kontak dengan udara dan sinar.
  • Pencemaran dari burung, binatang, manusia dan polusi udara.
  • Peningkatan biaya pemeliharaan dan timbulnya masalah rasa dan bau karena tumbuhnya algae.
Jembatan yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi di BKT
Apabila daerah topografi daerah layanan cendrung datar maka konstruksi menara bisa mengatasi hal tersebut. Dengan konstruksi yang tinggi menjulang di atas tanah maka untuk pemeliharaan operator harus turun naik. Reservoir menara bisa mengurangi besar / diameter pipa distribusi. Apabila ada suatu daerah pelayanan yang terjauh dari reservoir dan tekanannya tidak mencukupi karena headloss di sistem, maka distribusi utamanya perlu diperbesar untuk memberikan tekanan yang cukup. Dengan adanya reservoir menara hal tersebut bisa di kurangi. 

Penempatan reservoir menara bisa diluar daerah layananan tetapi yang terbaik berada di dalam daerah layanan yang semula tekanannya kurang.

Kapasitas bangunan reservoir disesuaikan dengan kebutuhan daerah layanan dan proyeksi kebutuhan pemakaian air dalam 10 tahun ke depan. Apabila kondisi tanki atau reservoir tersebut sudah tidak mampu memenuhi layanan dalam suatu daerah maka perlu di buat lagi tangki reservoir yang lain.


Terimakasih. Semoga bermanfaat.


Sumber : Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Unit Produksi - BPPSPAM

Senin, 04 April 2011

Pemakaian Air 0 M3 Pada Pelanggan PAM (Zero Consumption)


Dalam rapat bulanan manajemen suatu perusahaan air minum banyak hal yang bicarakan dalam rangka mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan selama 1 bulan terakhir, kemudian dibandingkan dengan target-target yang sudah dibuat, apa yang tercapai dan apa yang tidak. Hal yang pasti dibicarakan misalnya berapa jumlah volume terjual ? Apakah sesuai target ? Kalau tidak tercapai apa sebabnya ? Bagaimana dengan angka kebocoran ? Berapa besar collectionnya ? dan lain-lain.

Kali ini penulis mencoba untuk mengangkat masalah tentang konsumen atau pelanggan air minum dengan status pelanggan aktif tetapi dengan pemakaian air 0 m3 atau istilah asingnya Zero Consumption. Bagi perusahaan air minum pelanggan aktif yang tidak menunjukan pemakaian air sama sekali alias 0 m3 tentunya akan sangat merugikan. Bagi penulis pembahasan tentang zero consumption yang berulang-ulang tanpa penyelesaian yang efektif dan tuntas sangat membosankan. Pada tulisan ini penulis mengajak pembaca untuk membedah masalah ini, dengan harapan akan didapat solusi yang efektif dan tepat sasaran sehingga volume penjualan air bertambah.

Zero Consumption Diagram
Sebelum pada tahap pembahasan dan penyelesaian kita menuju pada apa saja yang menyebabkan hasil pencatatan meter air menunjukan tidak adanya pemakaian air sama sekali atau 0 m3. Pada diagram diatas bisa kita lihat dengan penjelasan sebagai berikut :


1. Tidak ada pemakaian air oleh pelanggan.
    PAM harus mencari tahu kenapa pelanggan tidak mau menggunakan air PAM, padahal pelanggan dengan susah payah sudah melakukan proses registrasi dengan biaya  yang tidak sedikit. Setiap pelanggan tentu mempunyai alasan masing-masing. Beberapa hal yang mengakibatkan pembacaan meter tetap alias tidak ada pemakaian air adalah :

·         Ada sumber air lain selain PAM.
Pelanggan akan menggunakan sumber air lain apabila ada yang dianggapnya lebih murah dan selalu tersedia seperti sumur galian, sumur bor artesis (deep wheel) atau mix antara sumber tersebut dengan PAM. Biasanya pelanggan menggunakan Air PAM hanya untuk keperluan memasak, sehingga pemakaian air PAM menjadi sedikit. Pihak PAM harus memastikan dengan mengecek ke lokasi dan membuktikan bahwa air yang digunakan bukanlah air PAM.
   
·         Rumah kosong / tidak berpenghuni.
Rumah yang tidak ditinggali oleh pemiliknya tidak sedikit. Oleh pemiliknya rumah ini biasanya disewakan, sementara belum ada penyewanya maka rumah dalam keadaan kosong. Bisa jadi pemilik rumah bepergian dalam waktu lama tidak pulang atau pindah rumah sehingga dibiarkan kosong.

·         Rumah baru
Pemilik rumah baru biasanya akan melunasi rekeningnya apabila sarana dan prasarananya terutama listrik dan air dalam keadaan siap. Sehingga pihak developer berusaha untuk memasang meter air walaupun rumah tersebut belum ditempati. Akibatnya rumah akan kosong tergantung pemilik kapan akan ditempati. Hal ini semestinya ada kerja sama dengan pihak developer perumahan agar mempertemukan pihak PAM dengan pemilik rumah yang bersangkutan, sehingga tanggung jawab dan kontrak bisa dilakukan antara pihak PAM dengan calon konsumen secara langsung sehingga tidak saling menyalahkan apabila di kemudian hari terjadi perselisihan antara pihak konsumen dengan PAM, karena pihak developer setelah terjadi akad jual beli dia akan lepas tangan.

·         Stand tunggu.
Apabila pembaca meter mengalami masalah dalam melakukan tugasnya sehingga tidak mendapat angka riil yang tercatat di meter maka petugas akan memasuk kode skip sehingga bacaan meter akan diestimasi secara sistem. Adakalanya estimasi sistem ini akan lebih besar jumlah volumenya daripada jumlah riil di meter pelanggan. Akibatnya pelanggan akan complain dan pencatatan meter air pada bulan berikutnya menjadi 0 m3 untuk mengejar angka yang sudah tercatat akibat estmasi tersebut. Cara mengatasi  adalah pembaca meter sedapat mungkin bisa membaca meter secara riil atau pihak PAM harus segera menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan munculnya angka estimasi tersebut.

·         Air tidak mengalir.
Pada suatu daerah ada pelanggan yang tidak pernah mendapatkan air minum selama bertahun-tahun, walaupun dia masih tercatat sebagai pelanggan aktif PAM. Hal ini tentunya kesalahan berada di pihak PAM karena membiarkan pelangganya tidak mendapatkan jatah air minum. Penyebabnya bisa jadi karena pressure yang tidak sampai ke tujuan atau banyak pipa tua sehingga sudah tersumbat jaringannya. Hal ini jelas harus diganti pipa jaringannya dan pressure di tambah dengan menggunakan booster pump atau reservoir tank.

Sungai Batang Hari oleh Arian Sukma
Dari berbagai masalah tersebut pihak PAM harus melakukan koreksi dan intropeksi ke dalam, apakah ada pelayanan yang kurang (teknis maupun non teknis) sehingga pelanggan tidak memakai airnya kemudian membenahi secara tepat dan cepat. Untuk merangsang pelanggan agar menggunakan air PAM maka bisa saja pihak PAM memberikan reward kepada pelanggan yang menggunakan air dalam jumlah terbanyak atau pelanggan dengan jumlah pemakaian tertentu kemudian diundi untuk mendapatkan pemenangnya. Cara seperti ini sudah lazim digunakan pada perusahaan public seperti PDAM, tetapi biasanya hanya bersifat insidentil. Pelanggan akan memakai air banyak ketika masih ada periode undian berhadiah ketika sudah lewat maka akan kembali seperti semula. Tetapi kalau pelayanannya bagus maka pelanggan tidak akan lari dan akan membayar secara tepat waktu pula.

2. Ada pemakaian air oleh pelanggan tetapi tidak tidak tercatat pada meter air.
    Dalam masalah ini ada air yang hilang dan sangat merugikan pihak PAM, kehilangan air inilah yang dinamakan kebocoran komersial (Commercial Losses). Pihak PAM harus secara aktif mencari dan menemukan penyebab munculnya masalah ini. Beberapa penyebab itu antara lain adalah :

·         Meter rusak / meter sudah tua.
Tidak sedikit tentunya meter air karena factor pressure, karat, cuaca, sering terendam, kotoran, pasir  atau karena sebab lain meter menjadi rusak dan macet sehingga tidak berfungsi dengan baik. Meter yang sudah kadlauarsa alias sudah tua juga sangat berpengaruh terhadap keakurasian meter air (baca tulisan sebelumnya tentang hal-hal yang mempengaruhi akurasi meter air). Meter seperti ini mau tidak mau harus cepat diganti. Pembaca meter akan memberikan informasi tentang kondisi meter, beri jangka waktu kepada petugas penggantian meter untuk segera mengganti meter.

·         Meter tamper / meter di rusak.
Meter air yang sengaja dirusak berarti ada usaha dari pelanggan nakal yang berusaha mengurangi tagihan airnya, dimana biasanya bekerja dengan oknum orang dalam (baca tulisan sebelumnya tentang meter air illegal, pendeteksian dan modus operandinya bagian 1 dan 2)

·         Sambung Langsung / Illegal connection
Cara ini yang paling sering dilakukan oleh pelanggan nakal. Petugas PAM harus benar-benar jeli dan tegas dalam menindak para pelanggan nakal tersebut. Tindakan melakukan by pass pada pipa dinas atau pada jaringan sebelum meter jelas sangat merugikan PAM dan mengkibatkan angka kebocoran sangat tinggi. Operasi bersama yang dilakukan secara lintas departemen dan melibatkan pihak aparat akan mengurangi tindakan seperti ini. Kuncinya adalah ketegasan dan tanpa kompromi.

·         Salah baca meter
Hal ini merupakan kesalahan murni dari petugas pencatat meter air. Harus ada tindakan dalam bentuk punishment terhadap yang bersangkutan apabila berkali-kali melakukan kesalaha, tidak lupa berikan reward apabila yang bersangkutan melakukan tindakan produktif seperti menemukan adanya illegal consumption.

·         Double langganan.  
Sepertinya janggal dan tidak mungkin hal ini terjadi tetapi penulis pernah menyaksikan sendiri pada saat kunjungan ke lapangan, pelanggan bahkan minta diputus jaringannya dan diangkat meter airnya. Setelah diselidiki ternyata pelanggan memiliki 2 nomer langganan yang aktif, dengan nama dan alamat yang berbeda. Pihak PAM tidak berani melakukan pemutusan dengan alas an masih ada tunggakan pada meter air pelanggan yang minta diputus. Hal ini tentu melibatkan oknum pelanggan dan orang dalam karena secara peraturan hampir diseluruh perusahaan air minum tidak memperbolehkan adanya 2 nomor langganan pada persil atau kavling yang sama.

Sunset oleh Arian Sukma
Dengan permsalahan tersebut tampaknya pihak PAM harus aktif untuk terus mencari penyebab dari zero consumption  atau pemakaian air 0 m3 ini. Tindakan yang harus dilakukan adalah aktifkan audit meter air ataupun billing secara menyeluruh, lakukan terus menerus. Rolling pencatat meter secara periodic, lakukan paling lama 6 bulan sekali. Lakukan validasi terhadap bacaan meter air terutama pada pelanggan dengan pemakaian 0 m3, dan yang terpenting adalah serahkan tugas ini jangan kepada pencatat meter karena apabila pencatat meter melakukan suatu kesalahan maka pencatat meter akan mengulangi kesalahan tersebut walaupun pencatat mendapat angka yang benar dan riil, hal ini untuk menutupi kesalahannya. Sebaliknya kalau pencatat tidak melakukan kesalahan dan benar apa adanya maka pencatat pasti akan mendpat hasil yang sama. Sehingga apabila validasi baca meter diserahkan kepada pencatat meter apalgi kepada petugas yang sama, pihak PAM tidak akan mendapat hasil yang maximal. Walaupun dengan alas an keterbatasan orang tetapi tetap jangan dilakukan oleh pencatat meter yang sama. Terakhir, lakukan secara konsisten.

Semoga bermanfaat dan selamat bekerja.


Salam

YS

Kamis, 31 Maret 2011

Belajar Dari Air Dalam Kehidupan Kita Sebagai Manusia

Tanpa air dunia akan kering kerontang, tak ada kehidupan, yang ada adalah kesunyian yang mencekam. Berdasar dari artikel yang pernah saya baca manusia normal bisa bertahan hidup tanpa makanan hingga 7 hari, tetapi tanpa air paling lama hanya 3 hari. 

Para pecinta alam sedang melakukan arung jeram di Sungai Serayu
Alloh SWT. menurunkan rizkinya kepada setiap mahluk hidup melalui hujan yang turun dari langit. Air tersebut menembus dan merembes ke dalam tanah untuk kemudian menjadi mata air, mata air menjadi sungai, sungai di bendung jadilah sebuah dam. Sebagian lagi ada yang turun langsung ke dam alam atau ke lautan. Sumber-sumber air inilah yang diolah oleh manusia untuk keperluan hidup sehari-hari manusia. Sebagian lagi dugunakan untuk mengaliri irigasi pengairan sawah, kolam ikan dan lain-lain.Selain manusia air juga dibutuhkan oleh seluruh mahluk hidup yang ada di muka bumi ini. Sehingga dunia ini semakin lengkap dan semarak dengan kehadiran mereka. Pemanfaatn air oleh mahluk hidup tersebut menghasilkan air buangan yang ditampung di sungai dan akhirnya ke laut, air laut mengalami evaporasi berkumpul menjadi awan dan siap menurunkan hujan kembali. Begitulah siklus air di muka bumi ini yang terus berulang.

Pemandangan sungai Serayu, Banjarnegara
Air mengajarkan kepada kita untuk lebih banyak diam tetapi terus bekerja, terus mengalir dan terus bertambah banyak. Demikianpun kita sebagai manusia mestinya kita juga lebih banyak bekerja dan lebih memberikan maanfaat bagi mahluk Alloh SWT yang lain. Air juga mengajarkan kepada kita untuk bisa menyesuaikan dengan segala kondisi yang ada. Saya jadi teringat dengan anak saya yang masih kecil ketika bertanya tentang PR dari sekolahnya yaitu kalau air masuk ke dalam botol, begaimana bentuk air, jawabannya adalah ya... jadi botol, kalau masuk ke bejana ya.. jadi bejana.. begitupun kalau masuk ke tempat yang lain. Bagaiamana kalau air didinginkan hingga suhu dibawah 0, ya... membeku jadi es.. tapi apakah air berubah zat.. tidak.. air adalah air, yang akan tetap kembali seperti semula ketika kondisinya dikembalikan seperti semula. Hal ini mengajarkan kepada kita manusia bahwa kita harus bijaksana menghadapi hidup ini, tahu situasi, bisa menyesuaikan diri dimana kita berada, bukan berarti kita berubah, tetapi tetap dengan prinsip dan jati diri kita seperti yang dicontohkan oleh air.

Air juga merupakan bahan pelarut terbaik dan universal. Dengan tingkat keasaman PH = 0 maka air bisa melarutkan hampir semua bahan kimia sehingga menjadi mudah digunakan. Gula, sirup, susu dan lain-lain dilarutkan dengan air sehingga menjadi mudah dan enak kita minum. Air melarutkan sabun cuci sehingga bisa membersihkan baju atau lantai yang kotor. Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa kita bisa menjadi pelarut dalam kekerasan hidup. Seseorang anak yang keras kepala dan bandel dengan tenang kita ajak bicara sehingga menjadi lebih baik. 

Jangan main-main dengan kekuatan air. Air yang terkumpul dalam jumlah banyak selain dapat berguna secara positif tetapi juga dapat berakibat fatal apabila salah dalam mensikapinya. Air yang terkumpul dengan kekuatan arusnya bisa menggerakan kincir dan memutar turbin sehingga didapat listrik dengan daya ratusan mega watt. Sekarang sedang dilakukan penelitian tentang bagaimana memanfaatkan tenaga ombak di lautan yang sangat dahsyat sehingga didapat tenaga listrik yang ramah lingkungan.

Perairan Batam by Arian Sukma
Selain hal positif air juga akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat ketika manusia salah dalam melakukan pengelolaannya. Air bisa berbentuk air bah yang siap menyapu segala bentuk peradaban manusia yang berada didepannya. Banjir bandang muncul karena manusia tidak arif dalam mengelola hutan dan tata lingkungan perkotaan yang baik seperti daerah resapan yang hilang atau selokan yang mampat akibat banyaknya sampah yang dibuang sembaranga, atau bisa berbentuk tsunami seperti yang terjadi di Jepang atau di Aceh beberapa waktu yang lalu. Limbah manusia atau industri yang tidak dikelola dengan baik juga akan menjadikan pencemaran dan bencana lingkungan yang mengancam kehidupan manusia. 

Kita sebagai manusia bisa belajar dari sifat air tersebut, bahwa kalau sebagai manusia bisa bersatu dan melakukan hal-hal positif maka kita bisa melakukan apapun juga, menaklukan kekuatan jahat seberapa besarpun pasti bisa. Membongkar gunung dan menguras lautanpun pasti bisa. Sebaliknya kalau kita bersatu untuk hal-hal yang tidak baik akan bisa juga tetapi akibatnya akan menghancurkan tata kehidupan yang sudah baik dan merugikan diri kita sendiri.

Image intensity of tsunami in Japan (www.exploredia.com)
Terlalu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sifat-sifat air dan tidak mungkin terungkap semua Bagaimanapun air diciptakan oleh Alloh SWT. untuk menunjang kehidupan manusia di dunia. Manusialah sebagai salah satu mahkluk-Nya yang mampu mengolah karunia Alloh tersebut. Positif dan negatif manusialah yang memanfaatkan. Bencana yang datang kalau kita renungi berawal dari kesalahan manusia juga. Terkadang kita tidak menyadari, terlalu bodoh kita dihadapan Alloh SWT, tetapi kadang kita justru terlalu sombong dan tidak mengakui kenyataan tersebut.

Semoga kita semua mampu mentafakuri dan merenungi dengan mempelajari sifat-sifat air, dengan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membuat semakin tunduk dan patuh kepada Sang Maha Pencipta, Alloh SWT. Jika ciptaan-Nya begitu hebat bagaimana lagi kehebatan dari Sang Pencipta tersebut. Jangan sampai kita menjadi mahluk yang kufur akan nikmat, dimana terkadang kita baru menyadari ketika semuanya sudah terlambat.

Wallohu a'lam bi showab.

Terimakasih.
YS