Rabu, 17 November 2010

Fungsi Politik Pencitraan Bagi Perusahaan Air Minum


Seorang politikus membutuhkan popularitas ditengah masyarakat sekalipun yang bersangkutan sudah memenangkan suatu pemilihan umum dengan cara melakukan hal-hal yang disukai oleh masyarakat dan mempublikasikan dirinya lewat media. Tetapi apabila hal ini terus dilakukan sementara rakyat yang dipimpinnya tidak merasa ada perubahan maka lama kelamaan akan bosan apalagi kalau ternyata apa yang dipublikasikan tersebut untuk menutupi keburukan yang diisembunyikan maka rakyat akan bosan dengan pemimpinnya. Tidak ada respek dan segan lagi sehingga program-programnya sulit untuk dijalankan. Inilah yang dinamakan politik pencitraan.

Gb. Air terjun by Didi Usman
Demikian juga dengan PAM sebagai perusahaan public services juga membutuhkan hal yang sama. PAM harus popular dan menimbulkan rasa respek dari setiap pelangganya. Ada rasa saling membutuhkan satu sama lain. PAM harus memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya. PAM juga harus tegas apabila ada pelanggan yang melakukan pelanggaran atas ketentuan yang berlaku atau melakukan keterlambatan pembayaran dengan peringatan, denda hingga pemutusan sebagai pelanggan. PAM juga harus mempunyai wibawa dimata pelanggan atau oknum yang bertindak curang dengan memproses mereka ke pihak yang berwajib. PAM juga harus selalu siap dengan memprediksi perkembangan suatu daerah dan memepersiapkan segala sesuatunya sehingga calon pelanggan tidak perlu indent, atau mengurangi pasokan air.

Cara-cara PAM agar tetap dekat dimata para pelanggan salah satunya dengan mempublikasikan kegiatan-kegiatan yang menunjang operasionalnya melalui media yang dapat diakses oleh masyarakat seperti media cetak koran, majalah, buletin atau media elektronik seperti televisi, radio, sms atau ineternet yang sekarang sudah merupakan hal yang murah. Lewat media, PAM bisa menjelaskan apabila ada gangguan operasional, juga apabila terjadi kenaikan tarif. Penjelasan melalui surat ke masing-masing pelanggan memiliki kelamahan denagan terbatasnya ruang atau kertas juga tidak terdokumentasi dengan baik, mudah hilang sehingga terkadang tidak efektif dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dalam tulisan sebelumnya penulis sudah menjelaskan tentang pelayanan salah satunya adalah pemberian informasi. Berbagai cara penyampaian informasi penulis sangat menyarankan penggunaan internet sebagai salah satu medianya terutama di kota-kota besar yang sudah mempunyai pelanggan banyak dengan kelas social yang beragam. Publikasi dengan internet murah, cepat dan langsung, bahkan direksi bisa ikut memantau apa yang dikeluhkan oleh pelanggan dan bagaimana penanganan dari complain tersebut. Pelanggan juga dapat melihat sendiri berapa besar tagihan yang bersangkutan kapanpun tanpa harus berkomunikasi dengan petugas PAM. Informasi-informasi apapun tentang PAM bisa ditulis disini.

Gb. Suasana saat Sunset di Pantai Pohuwato by Didi Usman
Pelanggan sekarang semakin kritis dan banyak tuntutan karena arus informasi sudah demikian mudahnya. Mereka akan membandingkan perusahaan satu dengan lainnya. Mereka juga akan mendapat informasi bagaimana perusahaan kelas dunia menjalankan bisnisnya, maka mereka akan menuntut hal yang sama. Informasi yang diterima oleh pelanggan di masyarakat cenderung mendapat informasi yang buruk, sehingga untuk mengimbanginya PAM harus menginformasikan keadaan yang sebenarnya dengan cepat supaya masyarakat jangan sampai apriori dengan segala sesuatu yang berasal dari PAM. Bahkan PAM juga bisa mendapatkan informasi kebocoran atau pencurian secara langsung dari masyarakat lewat internet. Penyampaian informasi lewat internet dari pelanggan atau sebaliknya bersifat 24 jam sehingga harus di update setiap saat. Sehingga feed back yang diberikan oleh pelanggan bisa diselesaikan dengan cepat. Beberapa PAM besar sudah mempunyai website sendiri seperti Palyja Jakarta, PDAM Tirtanadi Medan, ATB Batam, PDAM Surya Sembada Surabaya, PDAM Tirtawening Bandung, dan lain-lain. Ada yang sudah up-date dan dikelola dengan baik dan ada yang masih dalam proses.

Sebagai bentuk dari pencitraan tidak hanya melalui informasi dan pelayanan saja tetapi juga lewat kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendekatkan diri dengan pelanggan. Apabila ada bencana bisa mengirim sarana dan fasiltas penyediaan air bersih. Kegiatan olahraga, kerja bakti, bakti social baik yang bersifat regular rutin seminggu sekali atau pada peristiwa khusus seperti ulang tahun juga akan sangat baik bagi peningkatan citra perusahaan.
Perusahaan PAM sangat terkenal dengan kegiatan olah raganya. Jaman dahulu PAM identik dengan olah raga volley. PAM banyak merekrut pegawainya yang mempunyai keahlian olah raga dan sering memenangkan pertandingan. Hal ini merupakan kebanggaan bagi karyawan PAM dan penduduk daerah yang bersangkutan apabila memenangkan kejuaraan pada event yang lebih besar.

Politik pencitraan jelas dan sah saja di terapkan oleh perusahaan air minum dengan kemasan yang baik dan bermutu. Sejauh dimbangi dengan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggannya. Sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan bahkan menjadi kebanggaan bagi setiap stake holder dari perusahaan. Hal ini dilakukan demi mendapat simpati, respect  serta kepuasan dari pelanggan sehingga membayar tepat waktu dan menarik pelanggan baru serta tentunya keuntungan yang didapat dari usaha penyediaan air minum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar